Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Hiburan
Hiburan

Review Kuasa Gelap: Perjanjian Darah, Horor Mencekam dengan Rahasia Leluhur

✍️ Maya Sari 🕒 27 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Cuplikan Film Kuasa Gelap Perjanjian Darah
Cuplikan Film Kuasa Gelap Perjanjian Darah Foto: istimewa

kalbarin.com – Film horor Indonesia Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menghadirkan teror supernatural yang dipadukan dengan konflik keluarga, rahasia masa lalu, dan konsekuensi dari sebuah perjanjian leluhur. Sebagai sekuel Kuasa Gelap (2024), film ini berupaya memperluas cerita dengan menghadirkan persoalan yang lebih kompleks.

Disutradarai Rizal Mantovani, film ini kembali menampilkan Lukman Sardi sebagai Romo Rendra dan Jerome Kurnia sebagai Romo Thomas. Kali ini, keduanya menghadapi kasus supernatural yang melibatkan Daniel, putra Halim, teman masa kecil Rendra.

Permasalahan yang mereka hadapi berkaitan dengan perjanjian masa lalu yang melibatkan leluhur Daniel. Konflik tersebut membawa cerita tidak hanya pada upaya menghadapi gangguan supernatural, tetapi juga pada persoalan keluarga, rasa bersalah, dan dampak keputusan generasi sebelumnya.

Dari sisi cerita, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah mencoba memberikan kedalaman drama di tengah unsur horor. Hubungan antarkarakter dan rahasia masa lalu menjadi bagian penting dalam membangun konflik, sehingga cerita tidak semata-mata bergantung pada adegan pengusiran iblis.

Salah satu aspek yang menonjol adalah atmosfer yang dibangun melalui pencahayaan, pergerakan kamera, dan pemilihan lokasi. Unsur visual tersebut membantu menciptakan suasana mencekam. Ketegangan juga dibangun secara bertahap, tidak hanya mengandalkan kejutan mendadak atau jump scare.

Dari segi akting, Venly Arauna menjadi salah satu sorotan lewat perannya sebagai Daniel. Ia menggambarkan perubahan emosi karakter yang menghadapi tekanan semakin besar. Sementara itu, Lukman Sardi dan Jerome Kurnia kembali menghadirkan dinamika sebagai Romo Rendra dan Romo Thomas dalam menghadapi kasus yang mereka tangani.

Meski memiliki kekuatan pada atmosfer dan penampilan para pemain, film ini masih menyisakan sejumlah catatan. Banyaknya persoalan yang diangkat membuat beberapa bagian cerita terasa kurang tuntas. Bagian akhir juga dinilai belum sepenuhnya mengoptimalkan potensi konflik yang telah dibangun sejak awal.

Secara keseluruhan, Kuasa Gelap: Perjanjian Darah menawarkan kelanjutan cerita horor dengan cakupan konflik yang lebih luas dan unsur drama yang lebih kuat. Atmosfer mencekam serta penampilan para pemain menjadi daya tariknya, meski pengembangan cerita dan penyelesaian konflik masih menyisakan ruang untuk perbaikan.

MS
Maya SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update