Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Prof Ching-Chuen Chan Dukung Pengembangan Talenta Kendaraan Listrik Indonesia

✍️ Maya Sari 🕒 28 Oct 2026 👁️ 4x dibaca
Pertemuan antara Bapak Kendaraan Listrik Asia, Prof Ching-Chuen Chan dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie bersama jajaran di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Pertemuan antara Bapak Kendaraan Listrik Asia, Prof Ching-Chuen Chan dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie bersama jajaran di Jakarta, Selasa (27/10/2026). Foto: istimewa

kalbarin.com – Pengembangan sumber daya manusia dan penguasaan teknologi menjadi faktor penting dalam memperkuat industri kendaraan listrik di Indonesia. Profesor Ching-Chuen Chan, yang dikenal sebagai Bapak Kendaraan Listrik Asia, menyatakan kesiapan mendukung pengembangan talenta nasional melalui kerja sama di bidang ekosistem kendaraan listrik.

Dukungan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie di Jakarta, Selasa (27/10).

Chan menilai pengembangan kendaraan listrik tidak cukup hanya mengandalkan pembelian teknologi dari luar negeri. Indonesia perlu membangun kemampuan riset dan inovasi sendiri dengan melibatkan perguruan tinggi, industri, serta pemerintah.

“Teknologi tidak bisa hanya dibeli, tetapi harus dikembangkan sendiri. Kita harus mendidik generasi muda, menentukan arah pengembangan teknologi sendiri, serta menemukan dan menciptakan teknologi kendaraan listrik kita sendiri. Kita tidak bisa hanya mengharapkan pihak lain memberikan teknologi kepada kita,” kata Chan dalam keterangan yang diterima Rabu.

Ia menyarankan pengembangan kendaraan listrik di Indonesia diawali dari kendaraan roda dua dan kendaraan berdaya rendah. Menurutnya, pendekatan tersebut dapat menjadi pijakan untuk menciptakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat sekaligus memperluas pemanfaatan kendaraan listrik.

Sementara itu, Stella Christie menekankan pentingnya menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten agar Indonesia mampu memanfaatkan peluang pertumbuhan industri kendaraan listrik.

Menurut Stella, pengembangan talenta perlu didukung kebijakan pendidikan tinggi yang terarah dan selaras dengan kebutuhan dunia usaha. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi memiliki keterampilan yang relevan dengan perkembangan industri.

Ia juga menyoroti masih terbatasnya porsi pendidikan tinggi vokasi di Indonesia, yang disebutnya berada di kisaran 8 persen dari keseluruhan pendidikan tinggi.

“Kita perlu meningkatkan jumlah pendidikan vokasi secara signifikan. Saat ini, pengangguran di kalangan lulusan universitas cukup tinggi, sementara industri kendaraan listrik masih membutuhkan tenaga insinyur. Karena itu, kita perlu menyiapkan lebih banyak talenta melalui pendidikan vokasi,” ujar Stella.

Untuk mempertemukan kebutuhan industri dengan kompetensi lulusan, perguruan tinggi didorong memetakan kebutuhan tenaga kerja dan keterampilan yang diperlukan perusahaan. Hasil pemetaan tersebut dapat digunakan untuk menyesuaikan kurikulum, memperluas kesempatan magang, serta melibatkan praktisi industri dalam proses pembelajaran.

Stella mengatakan keterlibatan industri sejak mahasiswa masih menempuh pendidikan akan membantu mereka mengenal lingkungan kerja dan teknologi yang digunakan sebelum memasuki dunia profesional.

“Mahasiswa juga dapat memperoleh kesempatan magang, sementara kurikulum diarahkan agar sesuai dengan kebutuhan industri. Industri juga dapat mengirimkan tenaga ahli untuk mengajar di politeknik,” tuturnya.

Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri diharapkan dapat memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional. Selain meningkatkan kesiapan tenaga kerja, upaya tersebut juga menjadi bagian dari pengembangan kemampuan Indonesia dalam menciptakan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan dalam negeri.

MS
Maya SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update