Wagub Kalbar Dorong Kebudayaan Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif dan Pariwisata
kalbarin.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan mendorong pemerintah kota di Indonesia mengembangkan kebudayaan sebagai kekuatan ekonomi kreatif yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat identitas daerah.
Menurut Krisantus, kebudayaan perlu dikembangkan lebih jauh daripada sekadar pelestarian warisan sejarah atau penyelenggaraan pertunjukan. Potensi budaya harus mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat, memperkuat daya tarik wisata, serta menjadi bagian dari karakter pembangunan kota.
“Kebudayaan tidak boleh berhenti hanya pada romantisme masa lalu atau sekadar etalase museum. Kebudayaan harus hidup, memberi nilai tambah ekonomi bagi masyarakat lokal, menjadi daya tarik pariwisata global, sekaligus menjadi kompas moral dalam pembangunan kota-kota di Indonesia,” kata Krisantus Kurniawan dalam Rembuk Sektor Kebudayaan Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Jumat.
Ia menilai, pemerintah kota memiliki peran penting dalam mengembangkan kekayaan budaya agar tetap terjaga sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui produk kreatif lokal, festival budaya, tradisi masyarakat, serta berbagai destinasi wisata berbasis kearifan lokal.
Krisantus mengatakan, penguatan sektor kebudayaan juga perlu terhubung dengan pengembangan ekonomi kreatif dan pembangunan identitas atau city branding setiap kota.
Dengan pendekatan tersebut, keunikan budaya daerah dapat menjadi pembeda sekaligus daya tarik bagi wisatawan. Di sisi lain, pelibatan masyarakat dan pelaku kreatif diharapkan membuka peluang usaha serta memperluas manfaat ekonomi dari kegiatan kebudayaan.
Pemajuan Budaya Perlu Kolaborasi Antardaerah
Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjut Krisantus, terus mendorong pelestarian dan pemajuan kebudayaan sebagai bagian dari pembangunan daerah yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat, keadilan, demokrasi, nilai religius, dan keberlanjutan lingkungan.
Ia berharap Rembuk Sektor Kebudayaan APEKSI dapat mendorong pemerintah kota menggali potensi budaya masing-masing. Upaya tersebut mencakup pelestarian bangunan dan objek bersejarah, penguatan tradisi, pengembangan produk kreatif, hingga penyelenggaraan festival budaya.
Menurutnya, forum antarkota perlu menghasilkan rekomendasi konkret agar gagasan yang dibahas dapat diterapkan dalam kebijakan dan program pembangunan daerah.
“Dari ruang rembuk ini, dengan sinergi kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan Apeksi, saya percaya akan lahir gagasan-gagasan hebat serta kolaborasi yang semakin solid demi kemajuan kebudayaan Indonesia di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.
Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan kebudayaan diharapkan tidak hanya menjaga warisan antargenerasi, tetapi juga memperkuat identitas kota, mendukung sektor pariwisata, dan memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
