Usaha Distribusi Pangan di Kalbar Punya Prospek, CV Nakhaya Prima Nusantara Bidik Pasar Lebih Luas
kalbarin.com – Peluang bisnis jasa distribusi bahan pangan di Kalimantan Barat dinilai masih menjanjikan karena permintaan terhadap kebutuhan pokok masyarakat terus berlangsung. Melihat potensi tersebut, CV Nakhaya Prima Nusantara berencana memperluas jangkauan layanan hingga berbagai wilayah di Kalbar.
Usaha yang dirintis sejak Maret 2026 ini melayani pendistribusian berbagai kebutuhan pangan, mulai dari bahan makanan basah, bahan mentah hingga sembako. Saat ini, perusahaan menyasar instansi pemerintah dan swasta, rumah sakit, serta perusahaan yang membutuhkan pasokan pangan untuk karyawan maupun operasional.
Perwakilan CV Nakhaya Prima Nusantara, Niken Maulani, SH, mengatakan gagasan membangun usaha tersebut berawal dari riset pasar dan pengamatan terhadap kebutuhan masyarakat sehari-hari.
“Bahan pangan itu bahan yang utama untuk kehidupan kita sehari-hari yang pasti akan selalu dibutuhkan oleh masyarakat,” ujar Niken dalam program UMKM Bicara RRI Pro 1 Pontianak, Senin (19/10/2026).
Untuk saat ini, layanan distribusi perusahaan mencakup Pontianak, Kubu Raya, Mempawah, hingga Singkawang. Ke depan, perusahaan ingin menjangkau daerah lain, termasuk Sintang dan Melawi.
“Kami insyaallah akan mencoba untuk perluasan wilayah, kita distribusikan ke seluruh Kalbar nantinya. Entah itu di Sintang, Melawi dan lain-lain,” katanya.
Sertifikasi Halal Jadi Perhatian Utama
Dalam menjalankan bisnis distribusi pangan, CV Nakhaya Prima Nusantara menempatkan jaminan halal sebagai salah satu aspek penting. Niken menyebut perusahaannya telah memiliki sertifikasi halal dan mengaku memperoleh informasi dari LPPOM bahwa perusahaan tersebut menjadi yang pertama di Kalimantan Barat dalam bidang jasa distribusi yang memiliki sertifikasi tersebut.
Menurutnya, sertifikasi halal bukan sekadar pemenuhan administrasi, tetapi juga berkaitan dengan kepercayaan pelanggan terhadap proses penanganan makanan.
“Menurut saya, sertifikasi halal itu paling penting di perusahaan kita karena kita jasa pendistribusian makanan. Jadi benar-benar titik kritisnya di makanan itu,” jelasnya.
Untuk menjaga mutu produk, bahan pangan yang diterima dari produsen terlebih dahulu dibawa ke gudang untuk dibersihkan. Setelah itu, barang dikemas sesuai kebutuhan pelanggan sebelum dikirimkan ke tujuan.
Perusahaan juga menerapkan standar operasional prosedur (SOP) pada setiap tahapan, mulai dari penerimaan barang, kebersihan, pengemasan, pengeluaran barang hingga perawatan kebersihan armada. Fasilitas penyimpanan yang digunakan antara lain freezer, showcase, serta meja berbahan stainless yang disesuaikan dengan kebutuhan penanganan pangan.
“Yang perlu diperhatikan dalam jasa pendistribusian ini adalah SOP. SOP barang datang, SOP kebersihan, bagaimana barang itu dibersihkan, SOP packing, lalu SOP keluar barang dan SOP membersihkan armada,” ungkap Niken.
Harga Pangan dan BBM Jadi Tantangan
Di tengah prospek usaha yang dinilai menjanjikan, perusahaan masih menghadapi tantangan berupa perubahan harga bahan pangan. Fluktuasi tersebut dapat memengaruhi kesepakatan harga dengan pelanggan, terutama ketika harga komoditas mengalami kenaikan tajam.
Niken mengungkapkan, sejumlah bahan pangan pernah mengalami kenaikan harga hingga tiga kali lipat. Untuk mengatasi situasi itu, perusahaan berupaya membangun komunikasi dan mencari kesepakatan bersama pelanggan agar dampak kenaikan harga dapat ditangani secara bertahap.
“Lebih ke kita cari solusi sama-sama. Bahwa mungkin untuk tahap pertama harganya diokekan, tahap selanjutnya kita bagaimana menutupi itu, tidak semuanya, minimal setengahnya,” tuturnya.
Selain harga komoditas, biaya bahan bakar minyak (BBM) juga menjadi faktor yang memengaruhi operasional distribusi. Meski demikian, keterlambatan pengiriman yang dialami perusahaan sejauh ini disebut masih berkisar beberapa menit.
Niken tetap optimistis bisnis distribusi bahan pangan dapat bertahan dalam jangka panjang karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
“Untuk pendistribusian bahan makanan pasti akan terus berjalan, karena itu benar-benar bahan pokok kita,” katanya.
Bidik Perluasan Wilayah dan Penambahan Armada
Untuk mendukung pengembangan usaha, CV Nakhaya Prima Nusantara berencana memperluas wilayah layanan, membangun gudang di sejumlah daerah, serta menambah armada distribusi. Perusahaan juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak yang membutuhkan layanan pasokan dan pendistribusian bahan pangan.
Niken mengingatkan para pelaku usaha agar menjaga kepercayaan pelanggan dan pemasok secara berkelanjutan. Menurutnya, kebersihan, kelayakan fasilitas, dan sertifikasi halal perlu menjadi perhatian bagi bisnis yang berhubungan langsung dengan makanan.
“Selalu harus menjaga kepercayaan, terutama kepada pelanggan dan masyarakat. Kita harus menjaga kepercayaan berkesinambungan dengan supplier, dan juga harus selalu memperhatikan seluruh komponen perusahaan seperti kebersihan, kelayakan dan sertifikasi halal,” pungkasnya.
