Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Teknologi
Teknologi

Penggiat Seni Sanggau Ingatkan AI Jangan Hilangkan Identitas Budaya Lokal

✍️ Maya Sari 🕒 20 Oct 2026 👁️ 3x dibaca
Penggiat Seni dan Musik Kabupaten Sanggau, Ferry Budaya dalam tangkapan layar dialog RRI Sanggau Menyapa, Senin 19 Oktober 2026.
Penggiat Seni dan Musik Kabupaten Sanggau, Ferry Budaya dalam tangkapan layar dialog RRI Sanggau Menyapa, Senin 19 Oktober 2026. Foto: istimewa

kalbarin.com – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam seni dan musik perlu diimbangi dengan upaya menjaga keaslian karya serta identitas budaya lokal. Teknologi dapat mendukung kreativitas, tetapi nilai tradisi dan peran manusia dalam berkesenian tetap perlu dijaga.

Penggiat seni dan musik Kabupaten Sanggau, Ferry Budaya, mengatakan AI dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan karya kreatif sekaligus memperkenalkan kesenian daerah kepada masyarakat yang lebih luas.

Namun, menurutnya, penggunaan teknologi tersebut harus dilakukan secara bijak agar kemudahan dalam berkarya tidak membuat generasi muda melupakan akar budaya mereka.

“Teknologi AI sebenarnya bisa menjadi alat bantu untuk menciptakan karya seni dan musik yang lebih kreatif. Namun, kita harus tetap menjaga ciri khas budaya daerah agar karya yang dihasilkan tidak kehilangan identitas dan nilai-nilai lokal,” ujar Ferry dalam dialog RRI Sanggau Menyapa, Senin (19/10/2026).

Ia menilai generasi muda memiliki peluang untuk memanfaatkan AI sebagai media pengenalan musik tradisional, tarian, dan berbagai bentuk kesenian lokal. Dengan pendekatan tersebut, teknologi digital dapat menjadi sarana promosi budaya sekaligus meningkatkan ketertarikan anak muda terhadap warisan seni daerah.

Ferry menegaskan, perkembangan teknologi tidak seharusnya menggantikan kreativitas manusia maupun mengurangi penghargaan terhadap tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

“Jangan sampai karena kemudahan teknologi, generasi muda melupakan seni dan budaya daerahnya sendiri. AI boleh digunakan untuk membantu berkarya, tetapi kreativitas manusia, nilai tradisi, dan kecintaan terhadap budaya lokal harus tetap menjadi bagian utama,” katanya.

Selain menjaga identitas budaya, Ferry mengingatkan pelaku seni agar memperhatikan hak cipta dan menghormati karya orang lain saat menggunakan AI. Penggunaan materi musik, gambar, maupun unsur budaya dalam karya digital perlu dilakukan secara bertanggung jawab, termasuk dengan memperhatikan izin dan hak komunitas pemilik tradisi.

Ia berharap pemanfaatan AI dapat membuka peluang baru bagi perkembangan seni dan musik di Kabupaten Sanggau. Kolaborasi antara pelaku seni, generasi muda, dan masyarakat dinilai penting untuk melahirkan karya inovatif tanpa mengesampingkan nilai-nilai budaya daerah.

Dengan penggunaan yang tepat, teknologi AI diharapkan tidak hanya menjadi alat untuk menghasilkan karya baru, tetapi juga membantu memperluas pengenalan dan menjaga keberlanjutan budaya lokal.

MS
Maya SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update