Pemprov Kalbar Gandeng Tujuh Pakar, Susun Strategi Ilmiah Cegah Karhutla
kalbarin.com – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menggandeng tujuh pakar dari sejumlah perguruan tinggi untuk memperkuat pencegahan dan mitigasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kajian ilmiah akan menjadi salah satu dasar pemerintah dalam memetakan wilayah rawan dan menyusun langkah penanganan yang lebih terukur.
Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Strategis Pencegahan dan Mitigasi Karhutla yang dipimpin Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (21/10/2026).
Dalam rapat itu, pemerintah menyoroti pentingnya penelitian untuk memahami faktor pemicu kebakaran, mengenali karakteristik wilayah rawan, serta menentukan strategi mitigasi yang sesuai dengan kondisi lingkungan di Kalimantan Barat.
Ria Norsan mengatakan, keterlibatan kalangan akademisi diharapkan dapat memperkuat dasar pengambilan kebijakan agar upaya pencegahan berjalan lebih efektif.
“Upaya pencegahan perlu dirancang secara terpadu dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang memicu dan memperluas kebakaran. Pendekatan berbasis data dan hasil penelitian diharapkan membantu pemerintah menentukan langkah antisipasi yang lebih terukur sekaligus meningkatkan efektivitas penanganan di lapangan,” ujarnya.
Menurut Ria, pencegahan karhutla tidak cukup hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah muncul. Koordinasi lintas sektor dan edukasi masyarakat juga perlu diperkuat, terutama terkait praktik pembukaan lahan tanpa bakar.
Ia turut mengingatkan arahan Presiden Republik Indonesia mengenai perbaikan regulasi dan pengerahan 1.000 perwira untuk mengedukasi masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar.
El Niño dan Kemarau Panjang Jadi Perhatian
Pemprov Kalbar juga mengantisipasi peningkatan risiko karhutla akibat fenomena El Niño dan musim kemarau panjang. Kondisi tersebut berpotensi mengurangi curah hujan dan membuat wilayah tertentu lebih rentan mengalami kebakaran.
Karena itu, langkah antisipasi perlu mencakup pemetaan daerah rawan, peningkatan kesiapsiagaan petugas, serta penguatan strategi pencegahan berdasarkan karakteristik ekologis masing-masing wilayah.
Hasil penelitian dari perguruan tinggi diharapkan dapat membantu pemerintah menentukan prioritas penanganan sekaligus menyusun kebijakan yang sesuai dengan kondisi lapangan.
Pemprov Kalbar mendorong pemerintah daerah, akademisi, dan unsur terkait terus memperkuat kolaborasi agar upaya pencegahan karhutla dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Langkah tersebut diharapkan mampu menekan risiko kebakaran serta mengurangi dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat di Kalimantan Barat.
