Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Pemkab Malinau Gandeng BPS dan Telkomsel untuk Ukur Dampak Ekonomi Irau ke-12

✍️ Fikri Ramadhan 🕒 23 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Warga Malinau mengunjungi salah satu stand UMKM dalam perayaan HUT Kabupaten Malinau ke-27 dan Irau ke-12
Warga Malinau mengunjungi salah satu stand UMKM dalam perayaan HUT Kabupaten Malinau ke-27 dan Irau ke-12 Foto: detik.com

MALINAU — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Malinau ke-27 yang dirangkaikan dengan pesta adat budaya Irau ke-12 tidak sekadar menjadi ajang perayaan tradisi dan pentas kebudayaan semata. Lebih dari itu, agenda tahunan yang menyedot perhatian ribuan warga lokal hingga wisatawan mancanegara ini diproyeksikan memberikan dampak multiplier bagi pergerakan ekonomi daerah, khususnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Guna memastikan besaran dampak finansial serta volume pergerakan arus masyarakat selama festival berlangsung, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mengambil langkah strategis. Pemkab Malinau resmi menjalin kolaborasi lintas sektor bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malinau serta operator seluler Telkomsel untuk menghitung perputaran uang dan memetakan lalu lintas pengunjung secara akurat.

Langkah pengukuran empiris ini diambil agar pemerintah daerah mengantongi data kuantitatif yang presisi terkait partisipasi publik dan pertumbuhan transaksi ekonomi. Data statistik serta pemetaan trafik sinyal telekomunikasi tersebut diharapkan menjadi acuan berharga dalam merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi kreatif berbasis kebudayaan di masa depan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, menegaskan pentingnya akurasi data dalam mengukur keberhasilan pesta rakyat bergengsi ini. Ia menyampaikan bahwa keterlibatan instansi teknis dan penyedia jasa telekomunikasi sangat vital untuk mendapatkan gambaran riil di lapangan.

"Untuk memastikan dampak tersebut, kami bekerja sama dengan Bappeda, BPS Malinau, hingga Telkomsel untuk menghitung secara presisi perputaran uang dan trafik pengunjung yang hadir hingga penutupan acara mendatang," pungkas Ernes.

Integrasi Statistik dan Data Seluler

Metode penghitungan perputaran ekonomi dan pergerakan massa dalam pesta adat Irau Malinau dilakukan dengan memadukan dua pendekatan canggih. BPS bertugas melakukan pendataan lapangan melalui metode survei dan sampling kepada para pedagang, pengusaha kuliner, penyedia jasa penginapan, transportasi, hingga pelaku UMKM yang menempati stan-stan pameran di arena Irau.

Sementara itu, kolaborasi dengan Telkomsel dimanfaatkan untuk membaca kepadatan serta mobilitas pengunjung menggunakan data Mobile Positioning Data (MPD). Melalui trafik pergerakan perangkat seluler yang terhubung ke menara pemancar di wilayah Malinau, sistem dapat mendeteksi lonjakan trafik telekomunikasi, estimasi jumlah kehadiran fisik pengunjung harian, hingga asal wilayah para pendatang.

Sinergi antara pencatatan transaksi ekonomi BPS dan analisis lalu lintas digital Telkomsel ini memungkinkan Pemkab Malinau memperoleh laporan yang komprehensif. Pemerintah tidak hanya mendapatkan estimasi jumlah uang yang beredar selama perhelatan, tetapi juga profitabilitas pedagang serta profil demografi pengunjung secara detail.

Pendorong Utama Ekonomi UMKM Daerah

Pesta adat Irau Malinau selama ini dikenal sebagai katalisator ekonomi masyarakat. Ribuan produk kerajinan tangan khas Dayak, kuliner tradisional, hingga pernak-pernik etnik dijajakan sepanjang gelaran acara. Tingginya antusiasme pengunjung yang memadati lokasi perayaan menciptakan denyut ekonomi yang sangat terasa di berbagai sektor jasa dan perdagangan.

Sejumlah pemilik usaha lokal mengaku mengalami peningkatan omzet yang signifikan sejak hari pertama perayaan dibuka. Hotel, penginapan, tempat makan, hingga penyedia moda transportasi darat dan sungai di Malinau kebanjiran pesanan dari wisatawan lokal maupun luar daerah.

Dengan dilakukannya survei perputaran uang resmi ini, Pemkab Malinau berharap para pelaku UMKM dapat bersikap terbuka dan memberikan data transaksi secara jujur saat didatangi petugas pendata. Kejujuran data transaksi sangat diperlukan agar evaluasi dampak ekonomi dari gelaran Irau tidak bias dan benar-benar mencerminkan kondisi lapangan.

Komitmen Pelestarian Budaya dan Pembangunan Berkelanjutan

Selain fokus pada aspek pertumbuhan ekonomi lokal, agenda Irau Malinau ke-12 tetap memegang teguh esensi utamanya sebagai panggung pelestarian kebudayaan beragam suku dan etnis di Kabupaten Malinau. Penampilan seni tari tradisional, atraksi adat, hingga parade busana daerah menjadi daya tarik utama yang memikat minat wisatawan.

Pemerintah daerah meyakini bahwa festival budaya tidak boleh sekadar menjadi ajang tontonan yang menghabiskan anggaran daerah, melainkan harus bertransformasi menjadi investasi sosial dan ekonomi yang berkelanjutan. Pengukuran angka perputaran uang dan jumlah kunjungan ini akan menjadi tolok ukur Return on Investment (ROI) dari penyelenggaraan event skala besar berbasis budaya.

Hasil akhir perhitungannya kelak akan digunakan Bappeda dan Pemkab Malinau untuk menyusun strategi pengembangan pariwisata yang lebih terarah pada tahun-tahun berikutnya. Dengan basis data yang valid, Pemkab Malinau optimis mampu menghadirkan event Irau berikutnya dengan skala yang lebih efektif, terukur, dan berdampak langsung pada kesejahteraan seluruh masyarakat Kabupaten Malinau.

FR
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update