Manchester United Dibantai Como 1-4, Masa Depan Michael Carrick Disorot
kalbarin.com - Kekalahan telak Manchester United dari Como 1907 memicu kritik tajam terhadap performa tim sekaligus meningkatkan tekanan terhadap pelatih Michael Carrick. Mantan bek Liverpool, Jamie Carragher, menilai hasil tersebut memperlihatkan persoalan yang lebih besar daripada sekadar kekalahan dalam pertandingan.
Manchester United takluk 1-4 dari Como pada matchday ketiga fase liga Liga Champions 2026/2027 di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) malam WIB.
Mengutip laporan Sky Sports, Carragher menilai hasil pertandingan tersebut memalukan. Namun, ia menganggap penampilan Manchester United yang mengecewakan sebagai persoalan paling mengkhawatirkan.
“Ini memalukan. Namun, yang terburuk adalah saya rasa tidak banyak orang yang mengira Manchester United bisa menang malam ini,” kata Carragher melalui CBS Sports.
Ia menilai kekalahan itu tidak sepenuhnya mengejutkan jika melihat kondisi Manchester United sebelum pertandingan. Hal yang lebih disorot adalah cara tim tersebut menjalani laga.
“Dalam beberapa hal, hasil ini tidak terasa mengejutkan. Yang mengejutkan adalah cara mereka mengalaminya,” ujarnya.
Carragher juga menyinggung masa depan Carrick. Meski mengakui kontribusi sang pelatih pada musim sebelumnya, ia menilai tekanan terhadap posisi pelatih Manchester United kembali meningkat.
“Dia orang baik dan pemain yang bagus untuk Manchester United. Dia juga melakukan pekerjaan dengan sangat baik musim lalu. Namun, sekali lagi, sepertinya pelatih Manchester United berikutnya akan kehilangan pekerjaannya,” kata Carragher.
Bruno Fernandes Ikut Disorot
Selain Carrick, Bruno Fernandes turut menjadi perhatian setelah Manchester United mengalami kekalahan besar tersebut. Kritik muncul menyusul penampilannya serta komentarnya mengenai pendekatan pressing yang diterapkan tim.
Jurnalis Sky Sports News, Danyal Khan, menilai hasil melawan Como semakin memperburuk situasi Manchester United setelah sejumlah penampilan sebelumnya dinilai belum memuaskan.
Perbedaan pandangan mengenai pressing juga memunculkan pertanyaan tentang keselarasan antara pemain dan pelatih. Carrick menegaskan bahwa para pemain memiliki tanggung jawab untuk menjalankan instruksi pressing, sementara perubahan taktik pada babak kedua tidak memberikan hasil yang diharapkan.
Menurut Khan, kondisi tersebut menimbulkan keraguan mengenai tingkat dukungan para pemain terhadap Carrick di ruang ganti.
Catatan Buruk Menambah Tekanan
Kekalahan dari Como semakin memperbesar sorotan terhadap performa Manchester United pada awal musim. Khan menyebut tim tersebut baru meraih dua kemenangan dalam 11 pertandingan, catatan yang menambah tekanan terhadap pemain maupun staf pelatih.
Situasi ini juga menjadi pukulan bagi Carrick karena sebelumnya ia menilai penampilan Manchester United saat menghadapi Leeds sebagai titik balik bagi tim.
Namun, kekalahan dari Como menunjukkan bahwa sejumlah persoalan belum terselesaikan. Carrick kini menghadapi tantangan untuk memperbaiki performa tim, membangun kembali kepercayaan pemain, dan merespons kritik dari pendukung.
Hasil pertandingan tersebut pun kembali memunculkan pertanyaan mengenai arah perkembangan Manchester United di bawah kepemimpinannya.
