Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Lahan Terbakar di Kalimantan Selatan Tembus 27 Ribu Hektare Sepanjang 2026, Penanganan Titik Api Masih Terus Dilakukan

✍️ Fikri Ramadhan 🕒 15 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Sisa lahan yang ludes terbakar karhutla di Kalsel
Sisa lahan yang ludes terbakar karhutla di Kalsel Foto: detik.com

BANJARBARU — Kerusakan lingkungan akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan sepanjang tahun 2026 telah mencakup wilayah yang sangat luas. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Selatan mencatat akumulasi luas lahan yang terbakar telah menembus angka 27.141 hektare. Total luasan tersebut tercipta dari ribuan peristiwa kebakaran yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota sejak awal tahun hingga pertengahan Oktober 2026.

Puncak Dampak Bencana dan Capaian Penanganan di Lapangan

Berdasarkan rekapitulasi data resmi bencana, tercatat ada sebanyak 4.899 kejadian karhutla yang melanda wilayah Kalimantan Selatan dalam rentang waktu 1 Januari hingga 13 Oktober 2026. Tingginya intensitas kebakaran ini memicu pengerahan armada gabungan secara masif untuk menahan laju pergerakan api agar tidak mendekati permukiman penduduk serta objek vital.

Hingga Pertengahan Oktober 2026, dari keseluruhan total area yang hangus dilalap api, sekitar 8.950 hektare lahan dipastikan telah berhasil dipadamkan dan dikendalikan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD, pemadam kebakaran (damkar), TNI, Polri, serta relawan. Kendati demikian, sebagian besar area sisanya masih memerlukan penanganan ekstra, baik dalam tahap pemadaman langsung maupun pendinginan (smoldering mitigation) guna mencegah munculnya kembali titik api.

Petugas di lapangan kerap menemui hambatan besar dalam menjangkau titik-titik kebakaran aktif. Lahan gambut yang dalam, ketersediaan air yang terbatas di musim kemarau, serta akses jalan yang sulit dilalui kendaraan pemadam menjadi tantangan utama yang harus dihadapi oleh para personel pemadam.

Peta Wilayah Terparah dan Pemicu Maraknya Titik Api

Penyebaran titik karhutla di Kalimantan Selatan tidak merata, melainkan terkonsentrasi di beberapa daerah dengan tingkat kerawanan tinggi. Kabupaten Banjar mencatatkan diri sebagai wilayah dengan jumlah kejadian kebakaran hutan dan lahan terbanyak di Kalimantan Selatan. Posisi berikutnya disusul oleh Kota Banjarbaru yang mencatatkan 913 kejadian kebakaran, serta Kabupaten Tanah Laut dengan 714 kali insiden.

Maraknya insiden kebakaran di ketiga daerah penyangga tersebut dipicu oleh kombinasi faktor alam dan aktivitas manusia. Cuaca kering yang ekstrem sepanjang musim kemarau membuat vegetasi semak belukar dan lahan gambut menjadi sangat mudah terbakar. Di samping itu, kebiasaan masyarakat atau oknum dalam proses pembukaan dan pembersihan lahan pertanian dengan cara dibakar menjadi faktor pemicu utama maraknya titik api baru.

Untuk mengantisipasi penambahan titik api secara mendadak, tim satgas gabungan meningkatkan patroli darat secara terjadwal pada kawasan-kawasan rawan, sembari memantau sebaran hotspot melalui data satelit cuaca dan penginderaan jauh.

Status Siaga Darurat dan Imbauan Kewaspadaan

Melihat tingginya potensi ancaman bencana yang terjadi saban tahun, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan telah menetapkan Status Siaga Darurat Karhutla sejak pertengahan tahun. Penatapan status siaga darurat tingkat provinsi ini mulai berlaku sejak 6 Juli hingga berakhir pada 31 Oktober 2026.

Dengan tersisa beberapa pekan menjelang berakhirnya masa siaga darurat, otoritas penanggulangan bencana mengingatkan seluruh pihak agar tidak menurunkan tingkat kewaspadaan. Kesiapsiagaan posko serta pengerahan personel di kawasan rawan bencana tetap dipertahankan penuh.

Masyarakat juga diimbau keras untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun serta segera melaporkan kemunculan asap atau titik api sekecil apa pun kepada posko bencana terdekat agar pemadaman dini dapat segera dilakukan.

FR
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update