Krisantus Kurniawan Minta Sekolah Tinggi Teologi di Kalbar Tingkatkan Mutu Pendidikan
kalbarin.com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengajak sekolah tinggi teologi memperkuat mutu pendidikan, tata kelola kelembagaan, dan pembentukan karakter mahasiswa. Penguatan tersebut dinilai penting untuk mempersiapkan generasi muda yang mampu menghadapi tantangan perkembangan zaman.
Pesan itu disampaikan Krisantus saat menghadiri pertemuan Persekutuan Sekolah Teologi Indonesia (PSTI) Wilayah Kalimantan Barat di Sekolah Tinggi Teologi (STT) ATI Anjungan, Kabupaten Mempawah, akhir pekan lalu.
Dalam kesempatan tersebut, Krisantus menekankan bahwa pendidikan tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai ilmu pengetahuan. Lembaga pendidikan juga perlu membentuk sumber daya manusia yang memiliki integritas, karakter kuat, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Forum ini penting karena pendidikan tidak hanya berbicara tentang ilmu, tetapi tentang sumber daya manusia dan masa depan,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan para peserta agar menjadikan teknologi sebagai sarana untuk memperluas pengetahuan dan mendukung proses pembelajaran. Pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijak agar perkembangan teknologi dapat memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Manfaatkan dan belajar dari teknologi dengan sebaik-baiknya,” pesannya.
Krisantus selanjutnya mendorong peningkatan kompetensi dosen, kualitas pembelajaran, kegiatan penelitian, literasi digital, serta kerja sama antarlembaga pendidikan. Menurutnya, penguatan aspek akademik harus berjalan seiring dengan pendidikan karakter dan penanaman nilai integritas.
“Sebab kecerdasan tanpa karakter dapat kehilangan arah. Pengetahuan tanpa integritas dapat kehilangan makna,” ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Mempawah, Juli Suryadi Burdadi, menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pertemuan PSTI Wilayah Kalimantan Barat. Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi sarana mempererat hubungan antarlembaga sekaligus mendorong pertukaran pengetahuan dan pengalaman.
“Mudah-mudahan pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat semangat kebersamaan, saling berbagi pengetahuan dan pengalaman, serta berkolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pelayanan kepada masyarakat,” kata Juli.
Juli menjelaskan, pendidikan teologi memiliki peran dalam membentuk pribadi yang tidak hanya memahami ilmu keagamaan, tetapi juga mempunyai karakter, integritas, dan kepedulian terhadap lingkungan sosial.
Pertemuan tersebut mengangkat tema “God’s Arrow Generation” atau Generasi Anak Panah Tuhan. Sejumlah pihak turut hadir, termasuk pengurus PSTI Wilayah Kalimantan Barat, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Anjongan, dan tamu undangan lainnya.
