Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Jepang Terapkan Sistem Pemagangan Baru April 2027, Kemnaker Siapkan Tenaga Kerja RI

✍️ Maya Sari 🕒 23 Oct 2026 👁️ 1x dibaca
Hadapi Perubahan Sistem Pemagangan Jepang, Kemnaker Perkuat Kesiapan Peserta.
Hadapi Perubahan Sistem Pemagangan Jepang, Kemnaker Perkuat Kesiapan Peserta. Foto: istimewa

kalbarin.com – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memperkuat persiapan tenaga kerja Indonesia yang akan mengikuti program pemagangan di Jepang menjelang penerapan sistem baru Employment for Skill Development Program (ESDP) pada April 2027.

Persiapan tersebut mencakup peningkatan keterampilan teknis, penguasaan bahasa Jepang, pemahaman budaya kerja, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Langkah ini dilakukan agar peserta mampu beradaptasi dengan kebutuhan industri Jepang sekaligus memperoleh perlindungan selama menjalani program.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan hal tersebut saat menerima audiensi Executive Chairman International Manpower Development Organization Japan (IM Japan), Hitoshi Kanamori, di Kantor Kemnaker, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

“Kami mencermati perubahan sistem tersebut yang perlu diantisipasi melalui persiapan terencana agar tenaga kerja Indonesia dapat mengikuti program dengan kompetensi yang sesuai dan memperoleh pelindungan selama berada di Jepang,” kata Yassierli.

Menurutnya, kesiapan peserta tidak hanya ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang diberangkatkan, tetapi juga kualitas kompetensi yang dimiliki. Kemampuan teknis dan pemahaman lingkungan kerja menjadi bekal penting untuk menunjang proses adaptasi peserta di perusahaan Jepang.

“Kami juga perlu mempersiapkan bukan hanya jumlah peserta yang akan berangkat, tetapi juga kualitas kompetensinya. Penguasaan bahasa, keterampilan teknis, pemahaman budaya kerja, dan K3 menjadi bekal penting agar peserta mampu beradaptasi dan berkembang di lingkungan industri Jepang,” ujarnya.

Sebagai langkah konkret, Kemnaker melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) bersama IM Japan menandatangani nota kesepahaman atau MoU mengenai peningkatan kompetensi tenaga kerja untuk penyelenggaraan ESDP di Jepang.

Kerja sama tersebut mencakup pertukaran data dan informasi untuk evaluasi program, sosialisasi kepada masyarakat, rekrutmen dan seleksi calon peserta, serta pelatihan sebelum keberangkatan di Indonesia.

Selain itu, kedua pihak akan bekerja sama dalam pelatihan pemantapan dan pendampingan peserta selama berada di Jepang. Pengembangan program pelatihan, peningkatan kompetensi instruktur, serta pemanfaatan fasilitas pelatihan juga menjadi bagian dari kesepakatan.

Yassierli menegaskan, koordinasi antara Kemnaker, IM Japan, perusahaan penerima, dan pihak terkait di kedua negara diperlukan untuk mempersiapkan mekanisme pelaksanaan program selama masa peralihan menuju sistem baru.

Ia juga berharap IM Japan dapat memperluas kesempatan bagi tenaga kerja Indonesia sesuai kebutuhan industri Jepang dan kapasitas pelatihan di dalam negeri.

Kemnaker, lanjutnya, terbuka untuk menjajaki kerja sama di berbagai sektor potensial serta mendorong perusahaan Jepang terlibat dalam penyelarasan kurikulum pelatihan dengan kompetensi yang dibutuhkan di tempat kerja.

Melalui kerja sama tersebut, pemerintah berharap program pemagangan dapat terus berkembang dan memberikan manfaat bagi tenaga kerja Indonesia maupun Jepang.

MS
Maya SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update