Inflasi Kalbar 4,35 Persen, Pemkot Pontianak Gelar Pasar Murah
kalbarin.com – Pemerintah Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menggelar pasar murah sebagai langkah menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan laju inflasi di daerah.
Kegiatan tersebut berlangsung di area hari bebas kendaraan bermotor di halaman Kantor PMI, Jalan A Yani, Pontianak, Minggu.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan pasar murah diharapkan membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga yang lebih terjangkau.
"Kegiatan ini membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok dan bahan pangan," ujar Edi.
Sejumlah kebutuhan pokok disediakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras, telur, cabai, sayuran hingga berbagai bahan pangan lainnya.
Menurut Edi, pasar murah digelar melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, BUMD dan pelaku usaha ritel. Selain membantu masyarakat, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk menjaga kelancaran distribusi pangan.
"Yang pertama kita bantu distribusinya, kemudian kita bantu menstabilkan harga ketika terjadi lonjakan harga di pasar-pasar," jelasnya.
Jangkau Enam Kecamatan
Edi mengungkapkan kegiatan pasar murah telah berlangsung selama dua minggu dan menjangkau enam kecamatan di Kota Pontianak.
Pemerintah Kota Pontianak akan melanjutkan kegiatan serupa di sejumlah titik yang dinilai membutuhkan intervensi terhadap harga kebutuhan pokok.
Harga sembako dan sayuran menjadi perhatian karena komoditas tersebut berkaitan langsung dengan pengeluaran masyarakat sehari-hari.
Ketika terjadi kenaikan harga pada komoditas tertentu, pemerintah dapat melakukan intervensi melalui pasar murah maupun operasi pasar.
Warga Merasa Terbantu
Pasar murah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Asih (46), warga Pontianak Kota, mengaku terbantu karena dapat memperoleh sejumlah kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah dibandingkan harga yang ditemuinya di pasar.
"Lumayan membantu, terutama untuk beras, telur dan kebutuhan dapur. Kalau harganya lebih murah, selisihnya bisa dipakai untuk membeli kebutuhan lain," kata Asih.
Dwi (39), warga Pontianak Tenggara, juga merasakan manfaat kegiatan tersebut. Ia awalnya datang untuk berolahraga, tetapi kemudian mampir ke lokasi pasar murah.
Ia membeli sayuran dan cabai yang menjadi kebutuhan sehari-hari.
"Senang ada kegiatan seperti ini. Sayur dan cabai kan hampir setiap hari dibutuhkan. Kalau harganya lebih terjangkau tentu sangat membantu," ujarnya.
Inflasi Kalbar Capai 4,35 Persen
Upaya menjaga harga pangan tersebut dilakukan di tengah tekanan inflasi di Kalimantan Barat.
BPS Kalimantan Barat mencatat inflasi pada September 2026 mencapai 4,35 persen secara tahunan. Sementara itu, inflasi secara bulanan tercatat sebesar 0,79 persen.
Sejumlah komoditas pangan seperti cabai rawit, kangkung dan sawi hijau turut menjadi penyumbang kenaikan harga.
Selain faktor pangan, kondisi cuaca juga menjadi perhatian. Fenomena El Niño menyebabkan berkurangnya curah hujan dan memperpanjang periode kekeringan di Kalimantan Barat.
Kondisi tersebut berpotensi memengaruhi produksi dan pasokan sejumlah komoditas pangan. Karena itu, pemerintah daerah terus melakukan langkah intervensi melalui pasar murah dan operasi pasar untuk menjaga keterjangkauan harga bagi masyarakat.
