Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Hujan Alami Mungret akibat El Nino Sangat Kuat, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla Mengintai hingga November

✍️ Maya Sari 🕒 16 Sep 2026 👁️ 7x dibaca
Hujan Alami Mungret akibat El Nino Sangat Kuat, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla Mengintai hingga November
Hujan Alami Mungret akibat El Nino Sangat Kuat, Menhut Ingatkan Ancaman Karhutla Mengintai hingga November Foto: Istimewa

Kalbarin.com — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) diproyeksikan masih akan membayangi sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa pekan mendatang. Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengimbau seluruh pihak untuk mempertahankan kesiapsiagaan tinggi karena masa rawan kekeringan diperkirakan berlanjut hingga akhir Oktober atau awal November 2026.

Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa penundaan datangnya musim hujan ini dipicu oleh fenomena El Nino berintensitas sangat kuat yang masih melanda.

Merujuk pada data pemutakhiran Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), perkiraan awal masuknya hujan alami mengalami pergeseran mundur dari prediksi semula.

“Revisi BMKG yang awalnya di awal Oktober sudah akan ada hujan alami, namun nampaknya hujan alami itu baru akan turun di akhir Oktober bahkan di awal November,” kata Raja Juli seusai rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

El Nino Setara Tahun 2015 dan Imbauan Ketat Menhut

Menhut menegaskan bahwa durasi kondisi iklim ekstrem ini masih akan berlangsung setidaknya satu setengah bulan ke depan dengan skala dampak yang cukup besar.

“Artinya El Nino yang sangat kuat, El Nino yang sama dengan El Nino pada tahun 2015, ini akan masih bersama kita lebih kurang satu setengah bulan lagi,” ujarnya.

Mengingat rentannya kondisi vegetasi yang mengering, Raja Juli meminta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat untuk mencegah munculnya titik api baru di area rawan.

“Saya mohon sekali ya, terutama disampaikan kepada teman-teman, kepada masyarakat, seperti saya katakan tadi karhutla ini masih akan bersama kita sampai Oktober atau awal November,” ucap Menhut.

Ia juga melayangkan peringatan keras bagi sektor pertanian individual maupun korporasi agar menghentikan praktik pembakaran lahan.

“Jadi mohon, diimbau ya kepada masyarakat perorangan, petani, maupun korporasi, untuk tidak main api di masa El Nino yang sangat kuat ini,” kata Raja Juli.

Enam Provinsi Prioritas dan Analisis BMKG

Pemerintah memfokuskan operasi penanggulangan karhutla pada enam provinsi prioritas, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan. Pengendalian dilakukan melalui kombinasi operasi pemadaman darat, pembasahan lahan, water bombing, hingga Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang disesuaikan dengan dinamika atmosfer.

Berdasarkan analisis BMKG per Dasarian I September 2026, sebanyak 80,7 persen Zona Musim (ZOM) atau 564 ZOM di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Terdata pula 1.637 titik yang mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) ekstrem selama lebih dari 60 hari berturut-turut. Anomali suhu muka laut di wilayah Nino 3.4 pun tercatat mencapai positif 2,76 derajat Celsius, mengonfirmasi kategori El Nino yang amat kuat.

MS
Maya SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update