Sabtu, 07 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Nasional
Nasional

Dampak Penutupan PLBN Aruk Sambas: Akses Pengobatan Warga Perbatasan ke Malaysia Lumpuh

✍️ Fikri Ramadhan 🕒 07 Nov 2026 👁️ 1x dibaca
PLBN Aruk di Sambas, Kalimantan Barat.
PLBN Aruk di Sambas, Kalimantan Barat. Foto: istimewa

Penghentian sementara operasional pelayanan di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk yang terletak di Kecamatan Sajingan Besar, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, membawa dampak luas bagi kehidupan masyarakat perbatasan. Kebijakan ini tidak hanya menghambat mobilitas pelintas harian dan aktivitas perdagangan internasional, tetapi juga memicu keresahan mendalam bagi pasien yang memiliki jadwal pengobatan rutin ke fasilitas kesehatan di negeri jiran.

Kondisi tersebut secara langsung dirasakan oleh warga lokal yang sangat bergantung pada akses lintas batas untuk mendapatkan layanan medis lanjutan di Kuching, Sarawak, Malaysia. Sejumlah warga yang telah mengantongi jadwal konsultasi medis terpaksa gigit jari dan menelan kekecewaan mendalam akibat pintu perbatasan ditutup secara mendadak menyusul ketegangan antara warga dan petugas beberapa waktu lalu.

Salah seorang warga yang terdampak langsung, Nuraini, mengungkapkan kebingungannya setelah jadwal kontrol kesehatannya terpaksa berantakan. Ia menyayangkan keputusan penutupan yang berimbas pada masyarakat umum yang sama sekali tidak terlibat dalam perselisihan sebelumnya.

"Saya sudah ada janji dengan dokter spesialis di Kuching untuk kontrol hari ini. Jadwalnya sudah ditentukan, tetapi karena PLBN tutup, saya tidak bisa berangkat," tutur Nuraini pada Jumat (6/11/2026).

Nuraini menambahkan bahwa mengatur ulang jadwal konsultasi dengan dokter spesialis di rumah sakit luar negeri bukanlah perkara yang mudah. Ia mengaku khawatir kondisi kesehatannya terganggu andai penundaan tersebut memakan waktu terlalu lama tanpa kepastian pembukaan gerbang perbatasan.

"Kalau ada masalah antara petugas dan warga, sebaiknya diselesaikan. Jangan sampai masyarakat lain yang tidak tahu persoalan itu ikut dirugikan. Kami berharap PLBN segera dibuka kembali," ungkap Nuraini dengan nada penuh harap.

Selain sektor kesehatan, penutupan operasional PLBN Aruk juga melumpuhkan berbagai sektor penunjang kehidupan masyarakat di kawasan perbatasan Kabupaten Sambas. Para pekerja migran yang hendak kembali mencari nafkah serta para pedagang komoditas pertanian yang biasa memasok hasil bumi ke wilayah Malaysia turut merasakan kerugian masif akibat terhentinya arus keluar masuk barang dan orang.

Sebelumnya, pengelola kawasan perbatasan telah mengeluarkan pengumuman resmi terkait penghentian sementara seluruh aktivitas pelayanan di PLBN Aruk hingga batas waktu yang belum ditentukan. Situasi ini bermula dari dinamika pengamanan serta insiden kesalahpahaman prosedur pemeriksaan barang bawaan antara pelintas dengan unsur petugas di lapangan yang sempat memicu ketegangan.

Kendati proses mediasi lintas instansi dan penyelesaian secara adat telah ditempuh untuk mendinginkan situasi, pemulihan layanan operasional harian di gerbang perbatasan strategis tersebut masih menunggu instruksi lanjutan. Warga kini hanya bisa mengimbau dan berharap agar para pemangku kebijakan segera menormalisasi situasi demi memulihkan hak-hak dasar masyarakat perbatasan yang telanjur terisolasi sementara waktu.

FR
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update