BNPB Kerahkan 14.458 Personel Tangani Karhutla di Kalimantan Barat
kalbarin.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan 51.057 personel satuan tugas darat untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di empat provinsi, termasuk Kalimantan Barat yang menempatkan 14.458 personel.
Berdasarkan data BNPB per Selasa (27/10/2026), Kalimantan Tengah menjadi provinsi dengan jumlah personel terbanyak, yakni 16.387 orang. Berikutnya Kalimantan Barat sebanyak 14.458 personel, Sumatera Selatan 12.285 orang, dan Kalimantan Selatan 7.927 orang.
Penanganan karhutla didukung berbagai peralatan, mulai dari pompa, selang, tangki air, alat pelindung diri, drone, hingga alat berat. Sejumlah kementerian dan lembaga turut memberikan bantuan sesuai kebutuhan di wilayah terdampak.
Di Kalimantan Barat, pengerahan ribuan personel tersebut menjadi bagian dari upaya pemadaman di tengah luasnya area kebakaran yang masih ditangani di Pulau Kalimantan.
Karhutla di Kalimantan Masih Ditangani di 1.566 Hektare
Laporan penanganan per 27 Oktober 2026 mencatat luas lahan yang masih dalam penanganan di Pulau Kalimantan mencapai sekitar 1.566 hektare.
Kalimantan Tengah mencatat area terbesar dengan 1.140 hektare. Sementara itu, Kalimantan Barat memiliki 391 hektare lahan yang masih dalam penanganan, disusul Kalimantan Selatan seluas 35 hektare.
Di Sumatera Selatan, luas lahan yang masih ditangani tercatat sekitar 23 hektare.
Pemadaman dilakukan melalui operasi darat dan dukungan udara, menyesuaikan kondisi kebakaran serta situasi di lapangan. Ketersediaan personel dan peralatan menjadi bagian penting dalam mendukung upaya pengendalian api di wilayah terdampak.
Peralatan dan Bantuan Antarinstansi Diperkuat
Selain mengerahkan personel, pemerintah menambah dukungan peralatan untuk memperkuat operasi pemadaman.
Di Sumatera Selatan, BNPB menyediakan tujuh motor trail, 17 pompa jinjing, dan delapan tangki fleksibel. Kementerian Pertahanan juga memberikan bantuan berupa 100 unit motor dan 20 ekskavator.
Sementara itu, di Kalimantan Selatan, BNPB mengerahkan 37 pompa jinjing dan 36 unit self-contained breathing apparatus (SCBA), yaitu alat bantu pernapasan untuk mendukung petugas dalam kondisi tertentu.
Dukungan dari Kementerian Pertahanan meliputi 49 pompa Honda dan 140 dus selang. Kementerian Pertanian juga memberikan 30 unit pompa untuk membantu penanganan kebakaran.
Bantuan lintas instansi tersebut ditujukan untuk mendukung kebutuhan operasional petugas di wilayah yang masih menghadapi kebakaran.
Operasi Modifikasi Cuaca Diperkuat
Pemerintah juga mengoptimalkan operasi modifikasi cuaca (OMC) untuk mendukung penanganan karhutla. Pada Selasa (27/10/2026), operasi dilaksanakan di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, dengan pemantauan mencakup empat provinsi.
Pelaksanaan OMC mencatat 14 sortie atau penerbangan penyemaian dengan total penggunaan 22.800 kilogram natrium klorida (NaCl).
Rinciannya, operasi di Kalimantan Tengah mencatat sembilan sortie dengan penggunaan 14.400 kilogram NaCl. Sementara itu, operasi di Sumatera Selatan melaksanakan lima sortie dengan 8.400 kilogram NaCl.
Operasi di Kalimantan Tengah didukung lima pesawat, termasuk Hercules, dengan sasaran wilayah Kalimantan Tengah dan sebagian Kalimantan Selatan. Adapun operasi di Sumatera Selatan didukung tiga pesawat dengan sasaran Kabupaten Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, Ogan Komering Ulu Timur, dan Banyuasin.
Hujan dilaporkan turun di sejumlah wilayah sasaran. Di Kalimantan Tengah, hujan terjadi di Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, Barito Utara, dan Pulang Pisau.
Di Sumatera Selatan, hujan dilaporkan terjadi di sebagian besar wilayah, dengan intensitas deras di Ogan Komering Ilir dan Banyuasin.
Upaya pemadaman darat, dukungan udara, serta operasi modifikasi cuaca terus menjadi bagian dari penanganan terpadu pemerintah untuk mengendalikan karhutla di wilayah terdampak.
