Sabtu, 24 Okt 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Hiburan
Hiburan

21 Tahun FRKP, Bruder Stephanus Paiman Teguhkan Semangat Kemanusiaan Lintas Budaya

✍️ Maya Sari 🕒 01 Oct 2026 👁️ 13x dibaca
Bruder Steph Apresiasi Kebersamaan Tokoh Kalbar: 64 Tahun Usia, 21 Tahun FRKP, dan 8 Tahun FRKP West Borneo Vespa Lovers dengan Satu Semangat Kemanusiaan
Bruder Steph Apresiasi Kebersamaan Tokoh Kalbar: 64 Tahun Usia, 21 Tahun FRKP, dan 8 Tahun FRKP West Borneo Vespa Lovers dengan Satu Semangat Kemanusiaan Foto: istimewa

kalbarin.com – Forum Relawan Kemanusiaan Pontianak (FRKP) memperingati 21 tahun perjalanan pelayanan kemanusiaan sekaligus delapan tahun FRKP West Borneo Vespa Lovers dalam sebuah acara syukuran di Sekretariat FRKP, Jalan Purnama, Kota Pontianak, Senin (28/9/2026) malam.

Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan perayaan ulang tahun ke-64 Bruder Stephanus Paiman, OFMCap, serta peluncuran buku “21 Tahun FRKP Berkarya” yang mengangkat perjalanan Bruder Stephanus dalam menjalankan pelayanan kemanusiaan dan membangun persaudaraan lintas budaya.

Sejumlah tokoh turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan, tokoh adat, cendekiawan, tokoh agama, para bruder, suster, pastor, relawan, komunitas, jemaat dan umat.

Bruder Stephanus menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mendukung perjalanan pelayanan FRKP selama ini.

“Terima kasih kepada Bapak Wakil Gubernur yang sudah meluangkan waktu untuk hadir, juga kepada seluruh tokoh, para bruder, suster, pastor, umat dan jemaat serta semua yang sudah bersama-sama hadir dalam perayaan ini,” ujar Bruder Stephanus.

Memasuki usia 64 tahun, Bruder Stephanus menyebut perjalanan hidupnya sebagai anugerah sekaligus kesempatan untuk terus menjalankan panggilan pelayanan kepada Tuhan dan sesama.

“Usia 64 tahun ini adalah anugerah Tuhan. Saya hanya meminta didoakan agar tetap sehat dan setia dalam panggilan melayani Tuhan dan sesama, terutama mereka yang membutuhkan,” katanya.

Misa Syukur dan Peluncuran Buku

Rangkaian kegiatan diawali dengan Misa Syukur yang dipimpin Administrator Apostolik Keuskupan Agung Pontianak sekaligus Uskup Sintang, Mgr Samuel Oton Sidin OFMCap.

Dalam homilinya, Mgr Samuel mengajak umat untuk memaknai iman tidak hanya sebagai pengetahuan atau identitas keagamaan, tetapi juga diwujudkan melalui doa, kehidupan sehari-hari dan pelayanan kepada sesama.

Ia mengambil teladan Santo Padre Pio dari Pietrelcina dan mengutip ungkapannya, “Dalam kitab-kitab kita mencari Tuhan, dalam doa kita menemukan-Nya. Doa adalah kunci yang membuka hati Tuhan.”

Menurut Mgr Samuel, pengetahuan mengenai Tuhan dan ajaran agama perlu diwujudkan dalam kehidupan nyata sehingga menghasilkan kepedulian dan pelayanan kepada masyarakat.

Pesan tersebut dinilai relevan dengan perjalanan FRKP yang selama 21 tahun menjadi wadah bagi para relawan untuk melakukan berbagai kegiatan sosial, kemanusiaan, lingkungan dan pelayanan masyarakat.

Setelah misa, kegiatan dilanjutkan dengan syukuran dan peluncuran buku “21 Tahun FRKP Berkarya”. Buku tersebut mendokumentasikan perjalanan, pengalaman, perjumpaan serta berbagai bentuk pelayanan para relawan FRKP selama lebih dari dua dekade.

Krisantus Apresiasi Pelayanan Bruder Stephanus

Wakil Gubernur Kalimantan Barat Krisantus Kurniawan memberikan apresiasi terhadap kiprah Bruder Stephanus yang dinilai tidak hanya berkaitan dengan kehidupan keagamaan, tetapi juga menyentuh berbagai persoalan kemanusiaan di masyarakat.

“Bruder Stephanus adalah sosok yang sangat bersahaja dan menjadi teladan bagi kita semua. Karya-karya kemanusiaan yang dilakukan melalui FRKP telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kalimantan Barat, tanpa membedakan latar belakang suku maupun agama,” ungkap Krisantus.

Ia menilai semangat pelayanan tersebut sejalan dengan karakter Kalimantan Barat yang memiliki keberagaman suku, agama dan budaya.

“Semangat ini sejalan dengan karakter Kalimantan Barat sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan keberagaman,” tambahnya.

Krisantus juga mendoakan agar Bruder Stephanus diberikan kesehatan dan keteguhan untuk melanjutkan pelayanan kepada masyarakat.

“Semoga Tuhan senantiasa menyertai setiap langkah dan karya pelayanan Bruder Stephanus, sehingga terus menjadi berkat bagi banyak orang,” katanya.

Kemanusiaan Jadi Titik Temu

Ketua Ikatan Cendekiawan Dayak Nasional (ICDN) Kalimantan Barat, Heri Saman, turut hadir dalam kegiatan tersebut. Ia mengapresiasi pelayanan Bruder Stephanus bersama FRKP yang dilakukan tanpa membedakan latar belakang masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi karya-karya kemanusiaan yang dilakukan Bruder Stephanus bersama FRKP. Pelayanan yang dilakukan secara nyata kepada masyarakat, tanpa melihat perbedaan suku, agama dan latar belakang, tentu memberikan citra positif Gereja Katolik di tengah masyarakat,” ujar Heri.

Menurut Heri, kegiatan kemanusiaan dapat menjadi ruang perjumpaan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Kemanusiaan menjadi titik temu kita. Ketika seseorang hadir membantu orang lain yang sedang membutuhkan, yang dilihat bukan lagi perbedaan agama, suku atau latar belakang, tetapi kebutuhan dan martabat manusia itu sendiri,” katanya.

Perayaan tersebut sekaligus menjadi refleksi atas perjalanan 21 tahun FRKP dan delapan tahun FRKP West Borneo Vespa Lovers. Ketiganya menjadi bagian dari perjalanan yang mempertemukan pelayanan keagamaan, gerakan kemanusiaan dan persaudaraan komunitas.

Peluncuran buku “21 Tahun FRKP Berkarya” menjadi penanda perjalanan tersebut sekaligus upaya mendokumentasikan berbagai kegiatan dan pengalaman para relawan agar dapat menjadi catatan bagi generasi berikutnya.

Perayaan di Sekretariat FRKP pun tidak hanya menjadi momentum ulang tahun, tetapi juga ruang untuk memperkuat semangat persaudaraan, kepedulian sosial dan pelayanan kepada masyarakat di Kalimantan Barat.

MS
Maya SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update