Selasa, 03 Nov 2026 NasionalDaerahEkonomiOlahragaTeknologi
Breaking
Beranda › Daerah
Daerah

Pontianak Creative Festival 2026 Meriahkan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak

✍️ Maya Sari 🕒 26 Oct 2026 👁️ 2x dibaca
Pawai Melayu Borneo Perkuat Persaudaraan dan Pelestarian Budaya
Pawai Melayu Borneo Perkuat Persaudaraan dan Pelestarian Budaya Foto: istimewa

kalbarin.com – Pontianak Creative Festival 2026 dan Pawai Budaya Melayu Borneo memeriahkan peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak. Digelar pada 25–31 Oktober 2026 di Jalan Diponegoro, kegiatan ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menampilkan kreativitas sekaligus menjaga warisan budaya daerah.

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, mengatakan kegiatan budaya tidak hanya menjadi bagian dari perayaan hari jadi kota, tetapi juga berperan dalam memperkuat hubungan sosial dan persaudaraan masyarakat di Kalimantan Barat.

Ia berharap momentum hari jadi tersebut dapat mendorong seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga Pontianak sebagai kota yang tangguh, harmonis, dan bersahabat.

“Doakan kami agar Pemerintah Kota Pontianak terus bisa hadir dan memberikan solusi terbaik terhadap kepentingan dan permasalahan masyarakat,” ujar Bahasan saat membuka Pontianak Creative Festival 2026 sekaligus melepas Pawai Budaya Melayu Borneo, Minggu (25/10/2026).

Bahasan turut menyampaikan apresiasi kepada penyelenggara dan seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut. Menurutnya, festival dan pawai budaya dapat menjadi sarana mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat.

“Pemerintah Kota Pontianak mengapresiasi dan mendukung sepenuhnya kegiatan ini. Mudah-mudahan memberikan dampak terhadap persaudaraan yang terus terjalin di Kalimantan Barat, khususnya di Kota Pontianak,” katanya.

Ia juga mengingatkan para peserta agar mengikuti pawai dengan tertib, damai, dan tetap mengedepankan kreativitas serta keakraban selama kegiatan berlangsung.

Pawai Melayu Borneo Hadirkan Peserta dari Berbagai Daerah

Sementara itu, Sultan Pontianak, Syarif Melvin, menyambut kehadiran peserta Pawai Budaya Melayu Borneo yang berasal dari sejumlah daerah di Kalimantan Barat, termasuk Sintang, Sambas, dan Singkawang.

Ia menilai keterlibatan peserta dari berbagai kabupaten dan kota menunjukkan semangat kebersamaan serta kekompakan masyarakat Melayu di Kalimantan Barat.

“Ini yang membuat kita semangat. Berarti ada kekompakan untuk kita semua, Melayu yang ada di Kalimantan Barat,” ujarnya.

Syarif Melvin menegaskan, budaya Melayu merupakan warisan berharga yang perlu dijaga dan diteruskan kepada generasi mendatang. Pawai budaya, menurutnya, menjadi salah satu sarana untuk mengekspresikan identitas sekaligus memperkuat hubungan antarkomunitas.

Ia juga mengapresiasi kerja sama antara pemerintah, penyelenggara, dan organisasi masyarakat yang terlibat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk membangun kebersamaan, baik di kalangan masyarakat Melayu maupun komunitas lintas etnis.

“Kita sudah berkolaborasi dengan pemerintah kota, pemerintah daerah maupun organisasi masyarakat yang ada di Kalimantan Barat, baik Melayu maupun lintas etnis di Kota Pontianak dan sekitarnya,” jelasnya.

Ia berharap kerja sama tersebut terus terjaga sehingga pelestarian budaya tidak hanya berlangsung dalam acara seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

“Yang penting semuanya tetap semangat. Kita jaga kekompakan dan terus lestarikan budaya kita,” tutupnya.

Melalui festival kreatif dan pawai budaya ini, peringatan Hari Jadi ke-255 Kota Pontianak diharapkan menjadi momentum untuk mengembangkan kreativitas, mempertahankan tradisi, serta mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

MS
Maya SariEditor
💬

Diskusi

Bagikan pendapat Anda
0 komentar

Lengkapi data kamu

Sekali isi untuk bisa berkomentar.

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Artikel Terkait

News Update