Operasi Pasar Murah Pontianak Diserbu Warga, Pemkot Siapkan Bantuan Beras
kalbarin.com – Ratusan warga mendatangi operasi pasar murah yang digelar Pemerintah Kota Pontianak di halaman Kantor Camat Pontianak Barat, Jalan Tabrani Ahmad, Senin (26/10/2026). Kegiatan ini disambut antusias karena sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Wakil Wali Kota Pontianak mengatakan, operasi pasar murah merupakan langkah pemerintah daerah untuk membantu masyarakat menghadapi kenaikan harga bahan pokok, terutama keluarga menengah ke bawah.
“Ini adalah agenda Pemerintah Kota Pontianak untuk membantu meringankan masyarakat, terutama keluarga menengah ke bawah. Alhamdulillah, antusiasmenya cukup luar biasa. Memang pada bulan-bulan ini ada sedikit kenaikan harga beberapa komoditas. Mudah-mudahan agenda ini bisa berdampak meringankan masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah kota terus berupaya menjaga stabilitas harga dan menekan inflasi agar daya beli masyarakat tetap terjaga. Sejumlah faktor, termasuk kemarau panjang dan kabut asap, disebut turut memengaruhi kenaikan harga beberapa komoditas.
Pemerintah juga mewaspadai kemungkinan terganggunya pasokan bahan bakar minyak (BBM) yang berpotensi memengaruhi distribusi barang dan harga kebutuhan pokok.
“Insya Allah, kami Pemerintah Kota Pontianak terus berikhtiar bagaimana menekan inflasi semaksimal mungkin. Memang banyak faktor, seperti kemarau panjang dan kabut asap, sehingga beberapa komoditas mengalami kenaikan. Bahkan, dengan terbatasnya BBM yang dimungkinkan puncaknya November, kami harus siaga bagaimana menekan harga pokok di Kota Pontianak,” katanya.
Pemkot Siapkan Bantuan Beras Rp500 Juta
Selain operasi pasar murah, Pemerintah Kota Pontianak menyiapkan bantuan beras melalui program cadangan pangan untuk membantu warga yang membutuhkan.
Wakil wali kota menyebutkan, anggaran sekitar Rp500 juta dialokasikan untuk program bantuan beras cadangan pangan pada 2026. Program tersebut juga didukung bantuan dari pemerintah pusat.
“Selain pasar murah, ada juga bantuan beras cadangan pangan yang memang kita alokasikan kurang lebih Rp500 juta untuk tahun 2026, termasuk juga program dari pemerintah pusat,” tuturnya.
Melalui operasi pasar murah dan bantuan pangan, Pemkot Pontianak berharap beban pengeluaran rumah tangga dapat berkurang sekaligus membantu menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di tengah berbagai tantangan pasokan dan distribusi.
